Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan hipnoterapi dalam memfasilitasi pemulihan psikologis korban memahami seksual sesama jenis di Kediri, sebuah wilayah dengan karakter sosial-religius yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus multi-lokasi terhadap empat praktisi hipnoterapi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, serta dokumentasi praktik terapi, yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan psikologis yang dialami korban lebih banyak dipengaruhi oleh trauma akumulatif, luka batin, dan tekanan stigma sosial daripada orientasi seksual itu sendiri. Praktisi hipnoterapi menerapkan pendekatan yang tekanan penerimaan tanpa syarat (unconditional Positive Regard), penciptaan rasa aman (safety), serta adaptasi kontekstual yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan lokal, termasuk integrasi praktik spiritual seperti wirid. Proses terapi terfokus pada pemulihan fungsi psikologis dasar, seperti rasa aman, harga diri, dan kemandirian emosional. Perubahan psikologis yang teramati mencakup peningkatan kesejahteraan emosional, kemampuan regulasi diri, serta keterlibatan sosial yang lebih sehat, yang konsisten dengan konsep pertumbuhan pasca trauma. Temuan ini menunjukkan bahwa hipnoterapi dapat menjadi pendekatan psikoterapi alternatif yang sensitif terhadap konteks budaya dalam membantu pemulihan korban trauma.
Copyrights © 2026