Desa Kedungadem mengalami krisis air bersih yang persisten akibat karakteristik geografis wilayah batuan karbonat yang memicu kelangkaan air permukaan serta menurunkan kualitas air tanah secara signifikan akibat tingginya konsentrasi kalsium karbonat. Penelitian berbasis pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi Pemanenan Air Hujan (PAH) sebagai solusi mandiri dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan air baku domestik. Dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Partisipatif (Participatory Action Research/PAR), metodologi penelitian ini mengadaptasi kerangka kerja pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Implementasi teknis meliputi pembangunan unit penyimpanan berkapasitas 1.200 liter yang diintegrasikan dengan sistem pengalihan air hujan pertama (first-flush diversion system), filtrasi bertingkat berbasis media keramik dan cincin biologis (bio-rings), serta sumur injeksi biopori untuk konservasi air tanah. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mitra. Selain itu, terkonfirmasi adanya peningkatan kualitas air yang signifikan di lingkungan masyarakat, di mana parameter kekeruhan serta konsentrasi logam berat, khususnya besi dan mangan, berhasil direduksi hingga memenuhi standar kesehatan lingkungan. Lebih lanjut, sistem yang dikenalkan ini terbukti mampu memitigasi limpasan permukaan hingga lebih dari 70%. Sebagai kesimpulan, sosialisasi pemanfaatan teknologi pemanenan air hujan merupakan intervensi strategis dalam membangun resiliensi dan kemandirian air di wilayah rawan kekeringan melalui transformasi paradigma dan peningkatan kapasitas masyarakat secara partisipatif.
Copyrights © 2026