Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya diskusi dan keterampilan teknologi terhadap pemahaman Artificial Intelligence (AI) dengan kemandirian belajar sebagai variabel moderasi pada guru Yayasan Wachid Hasyim Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain PLS-SEM terhadap 133 guru yang dipilih melalui simple random sampling dari populasi 200 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SmartPLS 4.1.4. Hasil penelitian budaya diskusi berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman AI (β = 0,140; p < 0,05), sedangkan keterampilan teknologi tidak berpengaruh langsung secara signifikan (β = –0,171; p > 0,05). Kemandirian belajar terbukti sebagai variabel paling dominan yang berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman AI (β = 0,769; p < 0,05). Selain itu, kemandirian belajar memperkuat hubungan budaya diskusi terhadap pemahaman AI (β = 0,259; p < 0,05), namun melemahkan hubungan keterampilan teknologi terhadap pemahaman AI (β = –0,183; p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pemahaman AI guru tidak cukup hanya melalui penguasaan keterampilan teknologi, tetapi memerlukan penguatan kemandirian belajar dan budaya diskusi sebagai ekosistem pembelajaran kolaboratif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026