Perkembangan teknologi dalam pendidikan menuntut pemanfaatan media pembelajaran inovatif untuk mengoptimalkan penguasaan materi dan capaian belajar, terlebih dalam konteks materi yang bersifat abstrak seperti ekosistem di sekolah dasar. Penelitian untuk menghasilkan media pembelajaran leaflet berbantuan Augmented Reality dan mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, serta keefektifannya. Metode yang diterakan yaitu pendekatan Research and Development dengan menerapkan model ADDIE, terdiri atas tahapan Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate, subjek penelitian terdiri dari 35 siswa kelas 5 di sekolah dasar. Teknik pengumpulan data memanfaatkan teknik wawancara, angket, lembar validasi, dan instrumen pretest posttest. Data dianalisis menggunakan persentase untuk mengukur kelayakan serta kepraktisan, dan uji Paired Sample T-Test guna menguji keefektifan media. Hasil yang diperoleh mengindikasikan bahwa media ini dikategorikan sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli, dengan skor validasi ahli materi (88%), ahli media 1 (92%), dan ahli media 2 (100%). Uji kepraktisan juga dinilai sangat baik, ditunjukkan dengan respons guru 90% dan siswa 92,5%. Disamping itu, hasil belajar siswa memperlihatkan kenaikan pada rata-rata nilai pretest 48,2 menjadi 78,7 pada posttest dengan nilai signifikansi p 0,001. Berdasarkan hal tersebut, media leaflet berbasis Augmented Reality memiliki tingkat keefektifan media pembelajaran kreatif serta interaktif pada materi ekosistem pada kegiatan belajar mengajar IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026