Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan durasi tidur terhadap tingkat kebugaran kardiovaskular pada mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) angkatan 2024. Sebanyak 656 mahasiswa 364 laki-laki dan 292 perempuan terlibat dalam penelitian ini dengan kategori imt terdiri dari 391 normal 145 kurus 50 gemuk dan 70 obesitas. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil uji menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (P< 0.001), sehingga digunakan pendekatan non-parametrik. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT (rs = -0.046; p = 0.239) dan durasi tidur (rs = 0.045; p = 0.247) terhadap VO2max. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa IMT dan durasi tidur bukan merupakan prediktor signifikan bagi tingkat kebugaran kardiovaskular mahasiswa. Temuan ini menekankan perlunya memperhatikan faktor lain seperti aktivitas fisik dan komposisi tubuh dalam menentukan kebugaran kardiovaskular.
Copyrights © 2026