Keterampilan abad ke-21, meliputi berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi, merupakan kompetensi esensial yang wajib dikuasai generasi muda sejak jenjang pendidikan dasar. Namun, mayoritas sekolah dasar di daerah peri-urban masih menerapkan pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada hafalan, sehingga ketiga kompetensi tersebut belum terstimulasi secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan siswa kelas IV–VI UPTD SDN 31 Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 melalui penyuluhan dan coaching berbasis metode Project-Based Learning (PjBL) sederhana. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yakni memetakan dan mengoptimalkan potensi lokal yang telah dimiliki sekolah. Kegiatan berlangsung dalam empat sesi workshop interaktif yang melibatkan 36 siswa dan 8 guru. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor kompetensi peserta: berpikir kritis naik 26,3 poin (52,3 → 78,6), kreativitas naik 32,5 poin (48,7 → 81,2), dan komunikasi naik 24,3 poin (55,1 → 79,4), seluruhnya melampaui KKM 70. Sebesar 58,3% peserta mencapai peningkatan tinggi (≥30 poin). Persepsi guru terhadap relevansi dan kemudahan metode PjBL juga sangat positif (rata-rata 4,5/5,0). Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi penyuluhan, coaching, dan PjBL berbasis aset lokal mampu menjadi katalis efektif untuk transformasi pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2026