UMKM Jamu Sehat Bunda menghadapi tantangan berupa jangkauan pemasaran yang terbatas pada pelanggan lama di area lokal karena belum memiliki identitas visual dan belum mengoptimalkan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual dan strategi rebranding digital guna membangun citra merek yang profesional dan memperluas jangkauan pasar. Metode perancangan yang digunakan adalah Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan iteratif: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test, didukung oleh pemetaan masalah melalui analisis SWOT. Hasil perancangan memproduksi luaran berupa desain logo utama, pembaruan stiker kemasan pada botol almond 250 ml, poster promosi lima varian jamu, serta desain tata letak konten edukasi untuk Instagram dan TikTok seperti seri "Mitos atau Fakta" dan "Kamus Rempah Bunda". Melalui uji validasi oleh ahli desain dan ahli materi kesehatan, keseluruhan rancangan dinyatakan sangat layak diimplementasikan dengan rentang skor kelayakan antara 70% hingga 100% (kriteria Baik hingga Sangat Baik). Evaluasi dari validator telah diterapkan guna menyempurnakan luaran, di antaranya penyederhanaan logo, peningkatan kontras warna kemasan, serta penyesuaian narasi edukasi agar terhindar dari overclaim medis. Simpulannya, penerapan identitas visual modern yang diintegrasikan dengan strategi pemasaran digital berbasis konten edukatif secara efektif mampu mentransformasi UMKM Jamu Sehat Bunda menjadi lebih kredibel, bernilai jual tinggi, dan berpotensi memutus batasan geografis pemasaran konvensional.
Copyrights © 2026