Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi SILOBA sebagai digitalisasi proses pendataan korban bencana dalam meningkatkan kualitas layanan publik di Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik wawancara dan dokumentasi terhadap proses pendataan korban bencana sebelum dan sesudah implementasi aplikasi SILOBA. Sebelum digitalisasi, proses pendataan masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel sehingga menyebabkan keterlambatan pelaporan, ketidaksinkronan data, duplikasi data dan rendahnya efektivitas dalam penyaluran bantuan. Implementasi aplikasi SILOBA meliputi proses input data, verifikasi korban, pengelolaan logistik, sampai distribusi bantuan dalam satu platform digital berbasis real-time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi SILOBA dapat meningkatkan kualitas layanan publik berdasarkan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan kecepatan, akurasi data, transparansi proses, serta ketepatan distribusi bantuan kepada korban bencana. Aplikasi SILOBA berperan dalam mendukung layanan publik berbasis data yang lebih efektif, akurat, dan responsif. Namun demikian, dalam implementasi sistem masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dan infrastruktur jaringan internet yang belum stabil. Oleh karena itu, upaya perbaikan diperlukan untuk mendukung optimalisasi sistem yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026