Artikel ini membahas tentang strategi gastrodiplomasi pada saat pemerintahan Presiden Joko Widodo. Praktik gastrodiplomasi telah dilakukan di Indonesia sejak era Presiden Soekarno yang dimana saat terjadi KTT Asia Afrika pada tahun 1955. Presiden Soekarno menghidangkan makanan khas Indonesia sebagai salah satu strategi untuk menarik perhatian petinggi negara lain. Pada era Presiden Joko Widodo hal ini dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan nation branding dengan cara gastrodiplomasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah library research. Hasil dari penelitian ini yaitu pada saat era pemerintahan Joko Widodo beberapa strategi telah dilakukan dalam pengembangan gastrodiplomasi seperti pengenalan kuliner dalam acara diplomatik, pemanfaatan sektor pariwisata berupa campaign atau kerjasama regional, dan pengembangan pengusaha makanan di dalam negeri maupun luar negeri. Namun disisi lain strategi ini juga mengalami hambatan dalam hal pendanaan, kebijakan gastrodiplomasi secara berkelanjutan hingga masalah norma sosial.
Copyrights © 2026