SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
Vol. 6 No. 3 (2026)

INTEGRASI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER MODERAT PESERTA DIDIK DI MTS DARUL HUDA KARANGGONDANG

Mansur, Ahmad Abu (Unknown)
Budi, Eka Setya (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 May 2026

Abstract

The transformation of education in the digital era not only brings significant advancements but also raises critical challenges, particularly the decline in students’ character, as reflected in exclusive attitudes and low levels of religious moderation. This condition indicates a gap between normative value-based learning and the social realities experienced by students in their daily lives, thus requiring innovative learning approaches that integrate religious values with cultural contexts in a more practical and contextual manner. This study aims to examine the integration of local wisdom into Aqidah Akhlak learning and to evaluate its effectiveness in fostering moderate character, while also addressing the limited availability of operational and contextual ethnopedagogical models. The research was conducted at MTs Darul Huda Karanggondang using a qualitative approach with a descriptive case study design, involving the school principal, teachers, and students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that the implementation of the “Trio Harmoni” model based on local wisdom significantly increased student engagement to 88% in the learning process; 90% of students reported improved understanding of the material, 85% were able to relate moral values to local cultural contexts, and 92% became familiar with the traditions used as learning media. Furthermore, there was a shift in students’ mindset from exclusivism to inclusivism, along with improved collaborative behavior in social interactions. In conclusion, the ethnopedagogical approach based on local wisdom is proven to be effective in integrating cognitive, affective, and behavioral aspects simultaneously, while contributing to the development of contextual and sustainable religious moderation character. ABSTRAK Transformasi pendidikan di era digital tidak hanya membawa kemajuan signifikan, tetapi juga memunculkan persoalan mendasar berupa penurunan kualitas karakter peserta didik, yang tercermin dalam sikap eksklusif serta lemahnya moderasi beragama. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara pembelajaran yang berorientasi pada nilai normatif dengan realitas sosial yang dihadapi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, diperlukan suatu inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan konteks budaya secara lebih aplikatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta menguji efektivitasnya dalam membentuk karakter moderat, sekaligus menjawab keterbatasan kajian sebelumnya terkait model etnopedagogi yang bersifat operasional. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Darul Huda Karanggondang dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, dan peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model “Trio Harmoni” berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan partisipasi siswa hingga mencapai 88% dalam kegiatan pembelajaran. Sebanyak 90% peserta didik mengungkapkan bahwa materi pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami, 85% mampu menghubungkan nilai-nilai akhlak dengan budaya lokal, dan 92% telah mengenal tradisi yang digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, ditemukan adanya perubahan pola pikir dari sikap eksklusif menuju inklusif serta peningkatan kemampuan bekerja sama dalam interaksi sosial. Dengan demikian, pendekatan etnopedagogi berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan perilaku secara terpadu, serta berkontribusi dalam memperkuat karakter moderasi beragama yang kontekstual dan berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

secondary

Publisher

Subject

Education

Description

SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang ...