Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi budaya konsumsi dalam ekonomi digital melalui perspektif antropologi ekonomi dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan terhadap 15 artikel utama terbitan 2016–2025 yang diperoleh dari berbagai database akademik bereputasi melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi kualitas, dan sintesis tematik secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat dari aktivitas pemenuhan kebutuhan material menjadi praktik sosial-budaya yang berkaitan dengan identitas, simbol sosial, gaya hidup, dan reproduksi kelas. Platform digital seperti e-commerce, media sosial, dan social commerce membentuk budaya konsumsi baru yang bersifat visual, performatif, serta dikendalikan oleh algoritma personalisasi dan kapitalisme platform. Konsumsi digital berkembang sebagai arena symbolic consumption, self-branding, dan social positioning dalam masyarakat kontemporer. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kapitalisme digital memperluas komodifikasi data pengguna melalui surveillance capitalism, sekaligus memperkuat ketimpangan sosial melalui digital divide. Meskipun demikian, masyarakat lokal tetap menunjukkan kemampuan adaptasi dengan mengintegrasikan nilai budaya tradisional dalam praktik ekonomi digital, terutama melalui digitalisasi UMKM dan komodifikasi budaya lokal. Perspektif antropologi ekonomi menegaskan bahwa aktivitas konsumsi digital tetap embedded dalam relasi sosial dan budaya, meskipun dimediasi teknologi. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian antropologi ekonomi kontemporer dengan menempatkan budaya konsumsi digital sebagai arena penting dalam memahami transformasi sosial-ekonomi masyarakat modern.
Copyrights © 2026