Artikel ini membahas perkembangan Kristologi dari abad pertama hingga abad kelima, periode yang sangat penting dalam sejarah teologi Kristen. Pada masa ini, pemahaman tentang pribadi dan hakikat Yesus Kristus mengalami proses panjang dan dinamis, mulai dari iman sederhana jemaat mula-mula hingga perumusan doktrin secara sistematis melalui konsili-konsili ekumenis. Berbagai aliran Kristologi muncul, antara lain Docetisme, Arianisme, Nestorianisme, Apollinarianisme, dan Monofisitisme, masing-masing berusaha menjelaskan hubungan antara natur ilahi dan manusiawi Kristus. Konsili-konsili ekumenis—Nicea (325 M), Konstantinopel (381 M), Efesus (431 M), dan Khalsedon (451 M)—memainkan peran penting dalam merumuskan Kristologi ortodoks, yang menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia, satu pribadi dengan dua natur yang bersatu tanpa percampuran, perubahan, pembagian, dan pemisahan. Artikel ini juga membahas relevansi Kristologi bagi kehidupan Kristen masa kini, termasuk penguatan iman, etika moral, dan pelayanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis historis berbasis kepustakaan.
Copyrights © 2026