Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERAN ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA MENURUT KITAB PERJANJIAN BARU Nasya Teopila; Markelina Markelina; Luri Trikristiani; Sarmauli Sarmauli
JUTEQ: JURNAL TEOLOGI & TAFSIR Vol. 2 No. 10 (2025): JUTEQ: JURNAL TEOLOGI & TAFSIR
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study highlights the urgent need to comprehensively understand the function of the Holy Spirit, which is triggered by theological confusion that still prevails among believers. The main objective of this study is to comprehensively examine and compile various aspects of the role of the Holy Spirit as described in the New Testament, in order to provide an integrated and applicable framework in Christian life. Using a qualitative approach through a literature review (pneumatology), this study primarily examines the New Testament as the primary source, accompanied by secondary references such as theology books and journals. The findings of this study reinforce the main thesis, concluding that the Holy Spirit is a Divine Person whose activities changed from being selective and temporary in the Old Testament to being universal and eternal in the New Testament. Further research shows that the Holy Spirit's functions can be organized into two essential roles, namely as the Sanctifier (internal character formation) and the Paraclete (Helper, Comforter, and External Empowerer). Overall, this study emphasizes that an integrated understanding of the Holy Spirit's role provides a solid theological foundation and practical model for spiritual development, encouraging a more conscious dependence on the Holy Spirit in achieving holiness and mission service.
Keragaman Penghayatan Kristologis dalam Alkitab Nada Rusmelia; Dina Radina Singal; Ifris Aprilia; Sarmauli Sarmauli
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ah8e1g06

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman penghayatan Kristologis dalam Alkitab, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta aplikasinya dalam kehidupan iman Kristen masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman penghayatan Kristologis dalam Alkitab tampak dalam berbagai gambaran Yesus. Markus menampilkan Yesus sebagai Hamba yang menderita. Matius menggambarkan Yesus sebagai Raja Mesianik. Lukas menonjolkan Yesus sebagai Juruselamat universal. Yohanes mengangkat Yesus sebagai Logos yang kekal. Paulus menampilkan Yesus sebagai Adam baru, Tuhan, dan Kepala gereja. Ibrani menggambarkan Yesus sebagai Imam Besar, sementara Wahyu menampilkan Yesus sebagai Anak Domba. Faktor-faktor yang mempengaruhi keragaman ini meliputi latar belakang penulis, tujuan teologis, situasi jemaat, konteks budaya, serta pengalaman iman komunitas Kristen perdana. Aplikasi keragaman ini bagi kehidupan iman Kristen masa kini meliputi penghayatan Yesus sebagai penghibur, inspirasi keadilan, dasar sikap inklusif, landasan kebenaran, tanggung jawab ekologis, serta pengayaan makna Perjamuan Kudus. Penelitian ini berkontribusi bagi pengembangan teologi Kristologi sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pendidikan agama Kristen dan kehidupan bergereja di Indonesia.
Doktrin Keselamatan (Soteriologi) Nora Mentari; Meliane Lidya Hawini; Sarmauli Sarmauli
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ktdkkb70

Abstract

Artikel ini membahas doktrin keselamatan (soteriologi) dalam perspektif teologi sistematika. Soteriologi merupakan salah satu pokok ajaran yang paling mendasar dalam iman Kristen, berasal dari bahasa Yunani sōtēria (keselamatan) dan logos (ajaran), yang berarti ajaran tentang keselamatan. Keselamatan tidak dapat dipahami dengan benar tanpa terlebih dahulu memahami realitas dosa, karena dosa telah merusak kemuliaan Allah dalam diri manusia dan mendatangkan hukuman maut. Dasar Alkitabiah keselamatan terbentang dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, dimulai dari peristiwa keluaran dari Mesir, nubuat para nabi tentang Mesias, hingga penggenapan dalam diri Yesus Kristus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Menurut teologi sistematika, doktrin keselamatan mencakup beberapa tahapan yang saling berhubungan: panggilan Allah, pertobatan, iman, regenerasi (kelahiran baru), pembenaran, pengangkatan menjadi anak Allah, pengudusan, dan pemuliaan. Artikel ini juga membahas aplikasi doktrin keselamatan dalam kehidupan orang percaya masa kini, meliputi hidup dengan kepastian iman, hidup dalam pertobatan yang berkelanjutan, hidup yang berbuah, dan hidup dengan pengharapan eskatologis.
Perkembangan Kerajaan Allah di Zaman Petrus Devita Septania; Wulan Darri; Sarmauli Sarmauli
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): MEI 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gx7fqa38

Abstract

This research aims to examine and understand more deeply how the Kingdom of God developed during Peter's time, as well as its relevance for the lives of believers today. The approach used in this research is a descriptive qualitative approach with a library research method. Data collection techniques are carried out through the identification and selection of relevant literature, followed by a process of recording, grouping, and reviewing the content (content analysis). The data obtained are analyzed by comparing various sources to find correspondences, differences, and patterns of thought related to the development of the Kingdom of God. The results of the study analysis found the understanding that: (1) The Kingdom of God basically refers to the active government of God as King, not to a geographical area. This concept is rooted in the Old Testament and is the core of Jesus' message. The Kingdom of God has two complementary dimensions, namely the present reality that has been experienced by believers and the future reality that will be perfectly fulfilled at the end of time; (2) the development of the Kingdom of God in Peter's time is marked by the use of the "keys of the Kingdom" given to him by Jesus. Through three important events, namely Pentecost, the preaching in Samaria, and the Cornelius incident, Peter opened the way for Jews, Samaritans, and non-Jews to enter the Kingdom of God. This shows that God's salvation is universal and transcends ethnic boundaries; and (3) Peter's preaching established a new identity for God's people as "a chosen nation, a royal priesthood, a holy nation, God's own people." This identity has consequences for believers to live under God's rule and be His witnesses in the world, while waiting for the new heaven and new earth where righteousness resides.
Metodologi dan Kriteria Kristologi Meisy Cahyanti; Florasantia Florasantia; Sandra Oktaviani; Sarmauli Sarmauli
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): MEI 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pn6nn287

Abstract

Setiap usaha manusia untuk memahami sesuatu yang transenden selalu membutuhkan cara dan ukuran yang tepat. Demikian pula dalam memahami sosok Yesus Kristus yang menjadi pusat iman Kristen, diperlukan metode yang sistematis dan kriteria yang jelas agar pemahaman yang dihasilkan tidak keluar dari kebenaran iman yang sejati. Penelitian ini bertujuan menganalisis metodologi dan kriteria Kristologi, termasuk aplikasinya dalam kehidupan masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi Kristologi adalah pendekatan sistematis yang digunakan untuk merefleksikan pribadi dan karya Yesus Kristus, mencakup sumber, prinsip interpretasi, dan proses sistematisasi. Kriteria Kristologi terdiri atas lima kriteria utama yang saling berkaitan yaitu kriteria alkitabiah (sebagai yang tertinggi), dogmatis-historis, rasional, kontekstual, dan praktis-etis. Aplikasi metodologi dan kriteria Kristologi dalam kehidupan masa kini meliputi pengajaran iman, pembinaan jemaat, menghadapi tantangan era digital, kehidupan pribadi, dialog lintas iman, serta pelayanan diakonia. Penelitian ini berkontribusi bagi pengembangan ilmu dogmatika serta memberikan implikasi praktis bagi mahasiswa, gereja, dan orang percaya dalam menghayati iman Kristen secara benar di tengah arus zaman.
Perkembangan Kristologi Abad Pertama sampai dengan Abad ke-5 Destiana Wina; Tira Sari Ayu; Sarmauli Sarmauli
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): MEI 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xgq4ax16

Abstract

Artikel ini membahas perkembangan Kristologi dari abad pertama hingga abad kelima, periode yang sangat penting dalam sejarah teologi Kristen. Pada masa ini, pemahaman tentang pribadi dan hakikat Yesus Kristus mengalami proses panjang dan dinamis, mulai dari iman sederhana jemaat mula-mula hingga perumusan doktrin secara sistematis melalui konsili-konsili ekumenis. Berbagai aliran Kristologi muncul, antara lain Docetisme, Arianisme, Nestorianisme, Apollinarianisme, dan Monofisitisme, masing-masing berusaha menjelaskan hubungan antara natur ilahi dan manusiawi Kristus. Konsili-konsili ekumenis—Nicea (325 M), Konstantinopel (381 M), Efesus (431 M), dan Khalsedon (451 M)—memainkan peran penting dalam merumuskan Kristologi ortodoks, yang menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia, satu pribadi dengan dua natur yang bersatu tanpa percampuran, perubahan, pembagian, dan pemisahan. Artikel ini juga membahas relevansi Kristologi bagi kehidupan Kristen masa kini, termasuk penguatan iman, etika moral, dan pelayanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis historis berbasis kepustakaan.
Kerajaan Allah dalam Injil Matius Angel Novia Putri; Cimily Cimily; Sarmauli Sarmauli
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qytczt79

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisa Kerajaan Allah menurut Injil Matius. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Studi dokumentasi dan penelusuran literatur, baik secara manual maupun melalui database online seperti Google Scholar, portal jurnal nasional, dan repository akademik tentang Kerajaan Allah dalam Injil Matius. Hasil kajian didapati bahwa tema utama dalam Injil Matius dan menjadi pusat pengajaran serta pelayanan Yesus Kristus. Dalam Injil Matius, Kerajaan Allah sering disebut sebagai Kerajaan Surga, yang pada dasarnya memiliki arti yang serupa, yakni menunjuk pada pemerintahan, kuasa, dan kedaulatan Allah yang hadir dalam kehidupan manusia. Kerajaan Allah bukanlah kerajaan duniawi yang bersifat politis atau geografis, melainkan realitas rohani yang dinyatakan melalui kehadiran Yesus, ajaran-Nya, mukjizat-Nya, serta panggilan-Nya kepada manusia untuk bertobat dan hidup menurut kehendak Allah. Hal ini selaras dengan isi makalah yang menegaskan bahwa Kerajaan Allah hadir “masa kini” sekaligus akan mencapai kepenuhannya di masa depan.
Perkembangan Refleksi Kristologi pada Zaman Modern Chelsi Mellyanti; Ernawati Ernawati; Rafiela Loli; Sarmauli Sarmauli
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/a8dd2v83

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan refleksi Kristologi pada zaman modern, meliputi latar belakang, tokoh-tokoh, analisis kritis, serta relevansinya bagi generasi masa kini. Kristologi sebagai cabang teologi yang membahas pribadi dan karya Yesus Kristus mengalami perubahan signifikan dari pendekatan dogmatis klasik menuju pendekatan yang lebih kontekstual, historis, eksistensial, dan lintas budaya. Munculnya Kristologi modern dipengaruhi oleh Pencerahan, metode historis-kritis, filsafat modern, serta perubahan sosial-politik seperti kolonialisme dan ketidakadilan sosial. Tokoh-tokoh penting seperti Rudolf Bultmann, Karl Barth, Elizabeth A. Johnson, Volker Küster, dan Abraham van de Beek menawarkan beragam perspektif, mulai dari demitologisasi dan interpretasi eksistensial hingga teologi feminis dan lintas budaya. Analisis kritis menunjukkan bahwa Kristologi modern memiliki kelebihan dalam relevansi kontekstual namun juga menghadapi tantangan dalam menjaga objektivitas iman dan keilahian Kristus. Meskipun demikian, Kristologi modern sangat relevan bagi generasi masa kini dalam menghadapi penderitaan, krisis identitas, dan ketidakadilan sosial. Artikel ini menyimpulkan bahwa Kristologi harus terus berkembang secara seimbang antara relevansi kontekstual dan kesetiaan terhadap tradisi apostolik.