Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman siswa dan guru dalam pemanfaatan pojok baca di sekolah dasar. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Peneliti memilih siswa kelas IV dan guru wali kelas di SDN 56/I Desa Aro, Jambi sebagai partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama. Pertama, siswa memiliki pengalaman kognitif dan afektif yang parsial dan kondisional. Kedua, guru aktif mengelola pojok baca namun guru belum mendampingi siswa secara konsisten. Ketiga, guru dan siswa menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan jumlah dan variasi bahan bacaan. Secara teoretis, kajian ini memperluas pemahaman literasi sekolah dasar melalui kerangka holistik yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan sosial. Secara praktis, sekolah wajib merotasi koleksi buku secara berkala dan menjadwalkan pendampingan membaca harian yang terstruktur. Pemerintah harus memperkuat kebijakan literasi melalui dukungan pengadaan buku secara berkelanjutan. Peneliti selanjutnya perlu melibatkan orang tua dan kepala sekolah, serta melakukan studi komparatif untuk mengembangkan model pojok baca yang optimal.
Copyrights © 2026