Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Etno-social knowledge: How does knowledge of basic school teachers in Indonesia? Asrial Asrial; Syahrial Syahrial; Dwi Agus Kurniawan; Maryono Maryono; Putut Nugroho; Rahmat Perdana
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 13, No 4: November 2019
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.992 KB) | DOI: 10.11591/edulearn.v13i4.13739

Abstract

Etnososial is learning that integrates culture and local wisdom into social learning. Indonesia is very rich with a variety of cultures and local wisdom. These cultural values and local wisdom must be used by the teacher as a material and source of learning. So from that, the purpose of this study is to know the ethnosocial knowledge of elementary school teachers and the obstacles in applying it. This research uses quantitative design with survey research design. This study used 30 teachers as respondents. The instruments used were questionnaires and interviews. The results of this study are about the knowledge of ethno-social elementary school teachers in Indonesia in good condition. It is known that the ethno-social knowledge of teachers in Bajubang District is 6.7% included in the very bad category. While 30.0% are in a bad category, 43.3% are in a good category and 20.0% are in the very good category. The teacher applies ethno-social knowledge through various methods, learning strategies, using simple learning media and using the environment as a learning resource. While the obstacles faced by teachers are the ability of different students, media and learning resources that are lacking, lack of knowledge and experience of ethno-social teachers.
Metakognisi, Menulis Argumentasi, dan Pola Penalaran Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Herman Budiyono; Maryono Maryono
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2021): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini (1) menguji hubungan pengetahuan metakognisi menulis dengan kemampuan menulis argumentasi dan (2) mendeskripsikan pola-pola penalaran dalam tulisan argumentasi. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini semua mahasiswa peserta perkuliahan “MK-Menulis” PBSI FKIP Unja Tahun Akademik 2020, sejumlah 138 mahasiswa. Sampel penelitian 35% dari populasi, yaitu sejumlah 50 mahasiswa. Instrumen penelitian ini berupa angket pengetahuan metakognisi menulis dan tes menulis argumentasi. Analisis data untuk tujuan pertama menggunakan rumus korelasional dengan bantuan aplikasi SPSS-22. Analisis data untuk tujuan kedua, menggunakan analisis data kualitatif, langkahnya: “penyesuaian, pencocokan, pengklasifikasian, dan pengelompokan disuaikan dengan karakteristik pola-pola penalaran”. Hasil penelitian (1) ada hubungan yang signifikan pengetahuan metakognisi dengan kemampuan menulis argumentasi dan (2) pola penalaran dalam tulisan argumentasi tersebut sebagai berikut: perbandingan-pertentangan (18%), pemberian contoh (30%), sebab-akibat (22%), dan khusus-umum atau umum-khusus (30%). Kata kunci: metakognisi, menulis argumentasi, pola penalaran. Abstract The purpose of this study (1) is to examine the relationship between knowledge of metacognition in writing and the ability to write arguments and (2) to describe patterns of reasoning in argumentative writing. This study used a correlational quantitative descriptive design. The population of this study were all students participating in the "MK-Writing" lecture at PBSI FKIP Unja for the 2020 Academic Year, a total of 138 students. The research sample was 35% of the population, namely 50 students. The instrument of this research is a writing metacognition knowledge questionnaire and an argumentative writing test. Data analysis for the first purpose used the correlational formula with the help of the SPSS-22 application. Data analysis for the second purpose, using qualitative data analysis, the steps: "adjustment, matching, classifying, and grouping according to the characteristics of reasoning patterns". The results of the study (1) there is a significant relationship between metacognitive knowledge and the ability to write arguments and (2) the pattern of reasoning in argumentative writing is as follows: comparison-contradictory (18%), giving examples (30%), cause-effect (22%) , and specific-general or general-specific (30%). Keywords: metacognition, writing arguments, reasoning patterns.
Strategi Guru Dalam Pembelajaran Membaca Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Laila Silmi Kaffah; Maryono; Silvina Noviyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.74 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i2.3918

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh betapa pentingnya kemampuan membaca dalam kehidupan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dalam masyarakat. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwasanya di SD Negeri 64/I Muara Bulian Memiliki tingkat kemampuan membaca yang cukup baik. Keberhasilan belajar dalam proses belajar di sekolah sangat ditentukan oleh penguasaan kemampuan membaca pada saat kelas 1 Sekolah Dasar. Membaca yang dilaksanakan pada kelas 1 Sekolah Dasar adalah agar siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat. Untuk itu guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk dapat menimbulkan daya tarik bagi siswa agar giat secara aktif dan kreatif dalam mengikuti kegiatan belajar khususnya dalam pembelajaran membaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk: Mendeskripsikan Strategi Guru dalam Pembelajaran Membaca Siswa Kelas Rendah. Adapun rumusan masalah khusus adalah sebagai berikut: Mendeskripsikan Bagaimana Guru Menggunakan Media dalam Pembelajaran Membaca Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar, Mendeskripsikan Bagaimana Guru Mengalokasikan Waktu dalam Pembelajaran Membaca Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian dalam bentuk Fenomenologi. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada wali kelas 1 SD Negeri 64/I Muara Bulian. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa, dalam Pembelajaran membaca dilakukan strategi kartu huruf, strategi kartu kata bergambar, dan strategi pemberian jam tambahan yang pelaksanaannya setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Implementasi Pendidikan Karakter Mandiri Di Sekolah Dasar M Maryono; Hendra Budiono; Resty Okha
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.901 KB) | DOI: 10.22437/gentala.v3i1.6750

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter mandiri dalam kurikulum 2013 dan mengetahui hambatan yang di hadapi guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter mandiri dalam kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan subjek penelitian adalah 2 guru kelas IV SDN. No. 112/ I Perumnas Muara Bulian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, guru sebagai tenaga pendidik di sekolah harus bisa implementasi nilai karakter mandiri di kelas dengan memberikan tugas kepada siswa agar peserta didik bisa mengerjakan tugas yang di berikan guru secara individu/mandiri. Hal ini disebabkan karena masih banyak peserta didik yang mengandalkan guru dan sesama teman dalam proses pembelajaran.
Peran Guru Dalam Menerapkan Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar M Maryono
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2017): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.819 KB) | DOI: 10.22437/gentala.v2i1.6819

Abstract

Abstrak. Guru memiliki peran penting di dalam menerapkan pembelajaran tematik agar siswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya serta tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran guru dalam menerapkan proses pembelajaran tematik di kelas IV SDN No.42/IV Kota Jambi. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan 3 cara; yang pertama dengan melakukan observasi yang kedua melakukan wawancara dan dokumentasi dari observasi yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa peran yang dimiliki oleh seorang guru di dalam menerapkan pembelajaran tematik pada Kurikulum 2013 Kelas IV SDN No. 42/IV Kota Jambi yaitu guru berperan sebagai pemimpin, fasilitator,moderator motivator, evaluator Semua peran tersebut dilaksanakan oleh guru di dalam menerapkan pembelajaran tematik dikelas. Adapun kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan pembelajaran tematik Kurikulum 2013 Kelas IV SDN No. 42/IV Kota Jambi belum dapat berjalan secara optimal. Kata kunci : Peran, Guru, Pembelajaran Tematik
Nilai-Nilai Karakter dalam Pembelajaran Tema Diriku Menggunakan Kurikulum 2013 pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar M Maryono; Nova Novita
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.495 KB) | DOI: 10.22437/gentala.v1i1.7092

Abstract

This study aims to describe what character values ​​are formed in the implementation of my theme learning using 2013 Curriculum on grade 1 students of SDN 131 / IV Jambi City. This type of research is descriptive qualitative with research informants, namely class teacher. To collect data carried out observations, interviews and documentation. Based on the results of the study it can be concluded that the teacher embodies the character values ​​of students through directing students to always pray to the ultimate God so that the knowledge taught is useful and easily obtained by reading prayers, directing students to always maintain class cleanliness, and living in harmony with classmates, motivate students to work on assignments independently, invite students to listen and listen to the material delivered calmly and orderly, give assignments to students, invite students to use objects around the school, provide opportunities for students to show their work in painting, guide students in working training and giving direction to students that work at home should be done at home not at school, providing opportunities for students to ask for material that is not understood, exchanging student seats every day, teachers inviting students to play while learning outside the classroom, directing the student students to help each other, provide motivation to students not to lazy in attending lessons and assign assignments to students.
Penerapan Model Project Based Learning Berbantuan Peer Tutoring Pada Pembelajaran Konsep Dasar IPA untuk Meningkatkan 4Cs Skills Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Maryono Maryono; Hendra Budiono
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.05 KB) | DOI: 10.22437/gentala.v4i2.7918

Abstract

The purpose of this study is to describe the application of the project based learning model with peer tutoring on the learning of Basic Science Concepts to improve 4Cs skills of Elementary School Teacher Education Students. This research is a classroom action research by adopting Kemmis and Taggart's research steps consisting of planning, action, observation and reflection. The subject of the study was the second semester PGSD students with a total of 39 people. Data collection instruments in this study were observation sheets of the implementation of the PjBL model, critical thinking skills tests, communication assessment observation sheets, student collaboration observation sheets, and student creativity assessment observation sheets in producing herbarium products. The results showed an increase in 4Cs student skills. In the first cycle, 4Cs skills of students with an average percentage of 70.11%, high category. In the second cycle showed an increase with an average percentage of 76.01% in the high category. Based on the results of the study it can be concluded that the project based learning model assisted by peer tutoring can improve the 4Cs skills of PGSD Jambi University students.
Pengembangan Bahan Ajar Membaca dan Menulis Berbasis Mobile Learning Sebagai Alternatif Belajar Mandiri Siswa Kelas Awal Sekolah Dasar Maryono Maryono; Hendra Budiono
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1502

Abstract

Proses pembelajaran di SD khususnya kelas awal sangat membutuhkan berbagai sarana pendukung untuk proses pembelajara yang lebih efektif salah satunya pembelajaran membaca dan menulis. Di era pandemi Covid 19, dibutuhkan bahan ajar yang mampu menfasislitasi guru dan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran, salah satunya bahan ajar berbasis mobile learning. Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan prosedur pengembangan dan tingkat kelayakan bahan ajar membaca dan menulis berbasis mobile learning sebagai alternatif belajar mandiri siswa kelas awal sekolah dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan mengadaptasi model pengembangan Hannafin dan Peck. Kelayakan produk dilihat dari tingkat validasi yang diberikan oleh validator materi, dan media, serta respon guru dan respon siswa. Subjek ujicoba dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas awal yakni kelas 1, 2 dan 3 dengan jumlah 9 orang. Hasil penelitian menujukan bahwa bahan ajar memenuhi kelayakan oleh validator materi dan media dengan persentase 88,88% dan 86,67%. Respon ujicoba didapat respon guru dengan persentase 82,05% (sangat layak) dan 77,78% subjek ujicoba menyatakan senang dalam menggunakan bahan ajar.
Implementasi Literasi Baca Tulis dan Sains di Sekolah Dasar Maryono Maryono; Issaura Sherly Pamela; Hendra Budiono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1707

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi literasi baca tulis dan literasi sains di Sekolah Dasar 96/I Ladang Peris. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data penelitian berupa deskripsi mengenai implementasi pelaksanaan gerakan literasi  baca tulis dan literasi sains di kelas VI Sekolah Dasar 96/I Ladang Peris. Subjek penelitian adalah guru kelas VI Sekolah Dasar 96/I Ladang Peris. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan gerakan literasi baca tulis dan sains berada pada tahapan pengembangan. Upaya guru dalam mengembangkan literasi sains dan baca tulis adalah: 1) mendorong peserta didik menuliskan cerita dengan bahasanya sendiri, 2) jika pembelajaran tema yang memuat muatan sains selesai guru meminta peserta didik menuliskan rangkaian kegiatan pembelajaran (kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui percobaan) di dalam kertas satu lembar, 3) kegiatan berbagi cerita tentang buku yang dibaca, 4) bermain peran sesuai bacaan, 5) membuat pojok baca untuk peserta didik, 6) memperbaharui buku di pojok baca. Guru mengimplementasikan gerakan literasi baca tulis dan sains yang sangat bervariasi.
Pelatihan Pembelajaran Aktif secara Daring melalui Lembar Kerja Peserta Didik di Sekolah Dasar Muhammadiyah Singkut Maryono Maryono; Issaura Sherly Pamela
Publikasi Pendidikan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v12i2.24672

Abstract

Pemberlakuan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 ditetapkan pemerintah melalui kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR). Kebijakan BDR sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Pelaksanaan pembelajaran secara daring dinilai kurang efektif dan cenderung membosankan bagi peserta didik. Keaktifan dan keterlibatan peserta didik kurang tereksplor dengan maksimal sehingga pembelajaran aktif kurang tercapai. Pembelajaran aktif yang dimaksud adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan peran peserta didik secara aktif. Kenyataan di lapangan tidak semua tugas yang diberikan guru dikerjakan sendiri oleh peserta didik. Pembelajaran aktif secara tatap muka lebih dirasa jauh lebih baik dari pada pembelajaran daring. Pembelajaran aktif secara daring dapat diwujudkan dengan penciptaan kondisi belajar yang melibatkan peserta didik melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD yang dirancang oleh guru disesuaikan dengan keadaan lingkungan peserta didik. Metode pelatihan pembelajaran aktif secara daring yaitu ceramah, tanya jawab, praktik mendesain pembelajaran aktif melalui LKPD, simulasi desain pembelajaran aktif, dan refleksi. Hasil penelitian memperlihatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran daring dapat ditingkatkan melalui LKPD. Guru mampu mendesain pembelajran aktif secara daring melalui LKPD yang menjadi pedoman peserta didik selama BDR. Hasil angket menunjukan 91% guru mampu mendesain pembelajaran aktif secara daring.