Masyarakat pengolah ikan di Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk olahan ikan khas berupa ikan salai yang memiliki nilai tambah ekonomis dan kultural. Namun praktik pengolahan yang berjalan saat ini masih bersifat tradisional, dengan beberapa permasalahan utama seperti rendahnya mutu produk (tekstur, aroma, warna), sanitasi produksi, penggunaan bahan bakar kayu yang kurang efisien, lingkungan kerja yang kurang nyaman, dan keterbatasan teknologi serta pengetahuan pengawetan alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan transfer teknologi dan teaching industri melalui pelatihan dan pendampingan industri pengolahan dan pengawetan alami (pengasapan, pengeringan, pengemasan) agar mitra pengolah ikan salai di Bengkulu mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi, serta nilai ekonomi. Metode yang digunakan yaitu identifikasi lapangan, pelatihan langsung di sentra pengolahan, penerapan peralatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, dan evaluasi hasil produksi sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada parameter mutu ikan salai, efisiensi energi dalam pengasapan, kepuasan mitra, serta potensi pemasaran yang lebih luas. Implikasi kegiatan ini adalah peningkatan daya saing produk ikan salai khas Bengkulu, peningkatan pendapatan masyarakat pengolah, dan kontribusi terhadap keberlanjutan industri rumah tangga perikanan.
Copyrights © 2026