Melalui studi literatur ini penulis melakukan analisis dengan menggabungkan berbagai hasil penelitian yang relevan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan dari studi terdahulu mengenai peranan tanaman sela dalam meningkatkan pendapatan petani sawit rakyat. Melalui pendekatan studi literatur terhadap 27 jurnal ilmiah berakreditasi sinta 1-4 menyimpulkan bahwa tanaman sela yang efektif dan layak ekonomis meliputi meliputi tanaman pangan (Padi gogo, jagung, kedelai), hortikultura (semangka, cabai, tomat, sayuran) dan tanaman industri (karet dan jelutung) serta tanaman umbi seperti porang berperan signifikan dalam meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit. Tanaman sela dapat menutup sebagian besar kebutuhan ekonomi petani kelapa sawit selama masa belum menghasilkan (TBM), meningkatkan pendapatan bulanan serta mengurangi ketergantungan pada komoditas utama. Namun, implementasi tanaman sela masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan teknis petani, keterbatasan modal, minimnya akses pasar, serta belum terintegrasinya program ini dalam kebijakan pertanian yang lebih luas. Diperlukan juga integrasi kelembagaan antara kelompok tani, koperasi, dan pemerintah desa agar sistem intercropping menjadi bagian dari kebijakan desa berbasis agribisnis.
Copyrights © 2026