Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai religius tasawuf yang termanifestasi dalam praktik metode tarekat, khususnya Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof.Dr.H.SS.Kadirun Yahya MA di Medan. Tasawuf sebagai dimensi esoteris Islam menekankan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Proses ini memerlukan metode (thariqah) yang terstruktur dan terarah, yang diwujudkan dalam institusi tarekat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan Mursyid, Guru Pembimbing, dan para santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tarekat mengandung nilai-nilai religius yang mendalam, yang terklasifikasi menjadi: (1) Nilai Ketauhidan (Mengesakan Allah), (2) Nilai Disiplin Spiritual (Mujahadah dan Riyadhah), (3) Nilai Akhlakul Karimah (Penyempurnaan Akhlak), (4) Nilai Komunal dan Sosial (Ukhuwwah Islamiyah), dan (5) Nilai Ketaatan dan Kepatuhan Spiritual (Ittiba' al-Mursyid). Nilai-nilai ini tidak hanya bersifat individual tetapi juga membentuk komunitas spiritual yang kokoh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode tarekat berfungsi sebagai kendaraan efektif untuk internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai religius tasawuf dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya bertujuan untuk mencapai ma‟rifatullah dan keridhaan-Nya.
Copyrights © 2026