Pasien dengan Chronic Obstructive Pulmonary Disease atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sering mengalami bersihan jalan napas tidak efektif akibat peningkatan produksi sekret, inflamasi saluran napas, serta menurunnya kemampuan batuk, yang pada kondisi akut dapat memperburuk status respirasi, terutama di unit gawat darurat. Intervensi yang mampu mengoptimalkan patensi jalan napas menjadi bagian penting dalam asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi terapi nebulizer dan latihan batuk efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien PPOK di instalasi gawat darurat. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien laki-laki dengan diagnosis PPOK dan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di salah satu rumah sakit umum daerah di Jakarta. Intervensi diberikan secara bertahap melalui terapi nebulizer yang diikuti latihan batuk efektif, dengan evaluasi klinis dilakukan sebelum dan sesudah tindakan selama periode observasi. Parameter evaluasi meliputi frekuensi napas, denyut nadi, saturasi oksigen, kemampuan batuk, karakteristik sputum, dan suara napas. Hasil menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas dan denyut nadi, peningkatan saturasi oksigen, meningkatnya efektivitas batuk, kemudahan pengeluaran sputum, serta berkurangnya suara napas tambahan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi nebulizer dan latihan batuk efektif berpotensi menjadi intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas dan stabilitas respirasi pasien PPOK pada setting kegawatdaruratan.
Copyrights © 2026