Pleural Effusion merupakan kondisi patologis akibat akumulasi cairan pada rongga pleura yang dapat menghambat ekspansi paru dan menimbulkan gangguan pola napas, terutama berupa sesak napas dan penurunan efektivitas ventilasi. Apabila tidak ditangani secara optimal, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi hipoksemia dan ketidakstabilan respirasi, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, termasuk intervensi keperawatan nonfarmakologis. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah Active Cycle of Breathing Technique (Active Cycle of Breathing Technique atau ACBT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan ACBT dalam menurunkan sesak napas pada pasien efusi pleura di instalasi gawat darurat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien efusi pleura dengan karakteristik klinis dan riwayat komorbid yang berbeda. Intervensi diberikan melalui tahapan breathing control, thoracic expansion exercise, dan forced expiration technique selama periode observasi klinis. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan parameter frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, dan respons klinis pasien terhadap sesak napas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta berkurangnya keluhan sesak napas setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa ACBT berpotensi menjadi intervensi keperawatan berbasis bukti yang efektif dalam meningkatkan efektivitas ventilasi dan stabilitas respirasi pada pasien efusi pleura di setting kegawatdaruratan.
Copyrights © 2026