Di tengah era digital yang semakin masif, fenomena krisis empati pada anak usia dini menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana pembelajaran berbasis alam dapat menumbuhkan empati dan kepedulian sosial melalui konsep ekoliterasi emosional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka yang diperkaya dengan pengamatan penulis terhadap fenomena alam. . Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku teks, dan literatur akademik tentang ekoliterasi, kecerdasan emosional, dan perkembangan sosial anak. Analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran berbasis alam mampu mengembangkan dimensi emosional anak, meliputi kesadaran diri (Self-awareness), empati (empathy), dan kepedulian sosial (social concern). Aktivitas seperti menanam, merawat tanaman, dan berinteraksi dengan makhluk hidup lain membentuk kesadaran empatik anak terhadap kehidupan di sekitarnya. Ekoliterasi emosional sebagai kemampuan memahami hubungan emosional antara diri,, sesama, dan alam semesta. Menjadi landasan penting dalam membangun generasi berkarakter empatik dan peduli lingkungan sejak dini. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik PAUD untuk mengintegrasikan pendekatan Nature-Based Emotional Learning (NBEL) dalam kurikulum pembelajaran.
Copyrights © 2025