Banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada tahun 2025 menyebabkan kerusakan infrastruktur, perumahan, dan hilangnya akses kebutuhan dasar bagi ribuan korban, memperburuk kerentanan sosial-ekonomi akibat curah hujan ekstrem dan perubahan iklim. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan penyaluran bantuan melalui kolaborasi ICAIOS (International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies, Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, UIN Ar-Raniry) dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas, dan mengatasi keterbatasan program darurat konvensional yang tidak merata dan kurang strategi pemulihan jangka panjang. Metode partsipatif dan kolaboratif meliputi kampanye daring via media sosial untuk penggalangan dana, penyaluran bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan dan obat-obatan, serta gotong royong membangun kembali fasilitas publik dengan melibatkan warga lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan pemenuhan kebutuhan dasar 81%, pengurangan signifikan risiko penyakit sekunder, dan peningkatan resiliensi komunitas. Inovasi unggulan adalah sinergi akademik multipihak yang menghasilkan model replikasi untuk daerah rawan bencana di Aceh, sejalan dengan SDGs 11 dan kebijakan pengabdian nasional
Copyrights © 2026