Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Penyaluran Bantuan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen: Pendekatan Pengabdian Berbasis Komunitas Qanitatul Isra Qamal; Jamaluddin Idris; Durrah Hayati; Pratitou Arafat
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i2.25776

Abstract

Banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada tahun 2025 menyebabkan kerusakan infrastruktur, perumahan, dan hilangnya akses kebutuhan dasar bagi ribuan korban, memperburuk kerentanan sosial-ekonomi akibat curah hujan ekstrem dan perubahan iklim. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan penyaluran bantuan melalui kolaborasi ICAIOS (International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies, Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, UIN Ar-Raniry) dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas, dan mengatasi keterbatasan program darurat konvensional yang tidak merata dan kurang strategi pemulihan jangka panjang. Metode partsipatif dan kolaboratif meliputi kampanye daring via media sosial untuk penggalangan dana, penyaluran bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan dan obat-obatan, serta gotong royong membangun kembali fasilitas publik dengan melibatkan warga lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan pemenuhan kebutuhan dasar 81%, pengurangan signifikan risiko penyakit sekunder, dan peningkatan resiliensi komunitas. Inovasi unggulan adalah sinergi akademik multipihak yang menghasilkan model replikasi untuk daerah rawan bencana di Aceh, sejalan dengan SDGs 11 dan kebijakan pengabdian nasional
Strengthening Settlement Resilience through Local Wisdom: A Case Study of the Infrastructure and Facilities Draft Regulation in Klungkung, Bali A A Gde Sutrisna Wijaya Putra; Heeppy Haryadi Harahap; Qanitatul Isra Qamal; Lusyana Eka Wardani; Faisal Abdullah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64425

Abstract

Settlement resilience in Klungkung Regency faces significant challenges due to rapid housing growth (8.2% per year) that is not balanced by adequate infrastructure, facilities, and utilities (Prasarana, Sarana, dan Utilitas [PSU]). These challenges are further compounded by the absence of local regulations governing PSU handover. This qualitative study employed an embedded case study design. Data were collected through in-depth interviews with 12 key informants, including government officials, developers, village heads, customary leaders, and banjar heads, as well as through field observations using a checklist based on Government Regulation No. 12/2021 and document analysis. Data analysis utilized the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, incorporating regulatory analysis, the Disaster Risk Reduction (DRR) framework, and SWOT analysis. The findings indicate that PSU conditions remain far below national standards: 75% of housing estates have damaged roads, 75% experience clogged drainage systems, 100% lack green open spaces, and 100% have PSU assets that have not yet been formally handed over. In addition, one housing estate has been abandoned due to an inactive developer. Normatively, the Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) aligns with national regulations and incorporates three local innovations: recognition of customary villages (Article 13), provisions regarding abandoned PSU (Article 14), and spatial planning synchronization based on Tri Angga. However, implementation still faces three major gaps: limited supervisory capacity (with a ratio of 1:15.7), low community participation (only 20% of residents understand PSU obligations), and the absence of an inventory system for abandoned PSU assets. Local wisdom values derived from Tri Hita Karana and the banjar system demonstrate strong potential to strengthen PSU management through the ngayah tradition for routine maintenance. This study integrates three frameworks—regulatory analysis, DRR, and local wisdom—and provides empirical evidence regarding the operationalization of Tri Hita Karana in PSU management.