Pendapatan nasional adalah tolok ukur utama yang mencerminkan tingkat kesejahteraan dan kinerja ekonomi suatu negara. Berdasarkan teori Robert Solow, pendapatan nasional ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu pengumpulan modal, pertumbuhan tenaga kerja, dan kemajuan teknologi. Pertumbuhan pendapatan nasional Indonesia selama periode 2020–2024 mengalami dinamika yang signifikan sebagai akibat dari pandemi COVID-19, proses pemulihan ekonomi, serta percepatan perkembangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pendapatan nasional Indonesia melalui pengujian empiris teori pertumbuhan ekonomi Robert Solow. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan data sekunder dari BPS, Bank Indonesia, serta berbagai penelitian empiris, artikel ini mengidentifikasi bahwa pemulihan pertumbuhan PDB Indonesia didorong oleh peningkatan investasi domestik dan asing, penguatan sektor industri dan jasa, serta adopsi teknologi digital pada berbagai sektor ekonomi. Selain itu, kualitas tenaga kerja dan modal manusia terbukti memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat kapasitas produksi nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dengan prediksi model Solow, namun memerlukan pelengkap berupa pendekatan pertumbuhan endogen yang menekankan inovasi, kualitas institusi, dan kebijakan ekonomi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan teknologi sebagai strategi utama dalam memperkuat pendapatan nasional Indonesia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026