Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sangat krusial dalam meningkatkan penalaran siswa. Berdasarkan hasil observasi, kemampuan penalaran matematis siswa di kelas VIII SMP Al-Razi Sinar Harapan masih tergolong rendah. Sebagai upaya pemecahan masalah tersebut, penelitian ini difokuskan pada penerapan model Problem Based Learning yang secara teoretis dipandang mampu menstimulasi dan meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa secara terstruktur. Kemampuan berpikir logis dan bernalar ini diangkat karena merupakan aspek fundamental dalam prinsip pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menerapkan model Problem Based Learning agar kemampuan penalaran matematis siswa lebih baik dari sebelumnya yang menggunakan konvensional dengan Pre-test dan Post-test desain. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII A dan VIII B yang berjumlah 54 siswa. Data pada penelitian ini menggunkan teknik tes. Rata rata nilai kelas eksperimen lebih besar yaitu 80,07 dari pada nilai kelas kontrol yaitu 78. Skor Post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol yang mana t-hitung lebih kecil dari t-tabel yaitu t-hitung 0,985 < t-tabel 1,681 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga diperoleh H0 diterima dan H1 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan terhadap kemampuan penalaran menggunakan model Problem Based Learning dengan model pembelajaran konvensional, maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan model Problem Based Learning merupakan solusi yang kurang tepat untuk mengembangkan penalaran yang memberikan pengaruh baik terhadap hasil belajar siswa.
Copyrights © 2026