Program pengabdian masyarakat ini dirancang berdasarkan hasil analisis empiris terhadap kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) konselor Indonesia yang menunjukkan bahwa tingkat TPACK konselor secara keseluruhan masih rendah, dengan skor rata-rata 40,67 dari skala 100. Kelemahan paling mencolok ditemukan pada aspek Pedagogical Knowledge (PK) dengan skor 33,01, Pedagogical Content Knowledge (PCK) dengan skor 43,61, dan Content Knowledge (CK) dengan skor 48,66. Temuan riset inilah yang menjadi landasan utama dirancangnya program pengabdian berbasis kebutuhan (evidence-based community service) bersama Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Agam. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Oktober 2024 di SMK N 1 Tilatang Kamang, melibatkan 45 konselor sekolah dengan pendekatan pelatihan terpadu yang mencakup ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Program penguatan difokuskan pada tiga domain: (1) technological knowledge, (2) pedagogical knowledge, dan (3) content knowledge, yang secara bertahap diintegrasikan menjadi kerangka TPACK yang utuh. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konselor terhadap konsep dan implementasi TPACK, tumbuhnya kesadaran pedagogis tentang pentingnya integrasi teknologi dalam layanan BK, serta perubahan paradigma dari layanan konvensional menuju layanan digital yang lebih kreatif dan inovatif. Program ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi profesional konselor tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan terintegrasi yang berkelanjutan dan berbasis bukti empiris.
Copyrights © 2024