Indonesia Emas 2045 menuntut arah baru pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran ekologis yang berkelanjutan. Krisis lingkungan global seperti kerusakan ekosistem, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya alam menjadi tantangan serius yang perlu direspons melalui pendekatan pendidikan yang holistik dan bernilai. Paper ini bertujuan untuk mengkaji Islam sebagai basis ekoteologi dalam merekonstruksi relasi manusia, alam, dan Tuhan sebagai fondasi etis bagi pembaruan paradigma pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis konsep-konsep teologis Islam seperti tauhid, khalifah, amanah, dan mizan sebagai landasan ekoteologis dalam membangun kesadaran ekologis peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ekoteologi Islam dalam pendidikan berpotensi memperkuat dimensi spiritual, moral, dan ekologis secara simultan, sehingga peserta didik tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pendidikan berbasis ekoteologi Islam dapat menjadi salah satu arah strategis dalam mewujudkan generasi berkarakter, berkelanjutan, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
Copyrights © 2026