karakteristik perkembangan yang beragam dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individualnya. Salah satu permasalahan utama yang sering dijumpai pada ABK usia dini adalah rendahnya konsentrasi belajar, yang berdampak pada kurang optimalnya proses dan hasil pembelajaran. Konsentrasi belajar merupakan kemampuan dasar yang sangat penting karena berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam menerima stimulus, memahami instruksi, serta menyelesaikan tugas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam penerapan Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan), (Watini,2020) pertumbuhan belajar pada anak usia dini diawali dengan observasi, yang diperoleh melalui stimulasi belajar. Dalam meningkatkan konsentrasi belajar ABK usia dini, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah anak berkebutuhan khusus usia 4–6 tahun di lembaga PAUD inklusif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model ATIK secara konsisten mampu meningkatkan durasi konsentrasi belajar, fokus perhatian, serta keterlibatan aktif anak dalam kegiatan pembelajaran. Model ATIK memberikan pengalaman belajar yang konkret, bertahap, berulang, dan menyenangkan sehingga sesuai dengan karakteristik perkembangan ABK usia dini. Dengan demikian, Model ATIK dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif bagi guru PAUD dalam meningkatkan konsentrasi belajar ABK usia dini.
Copyrights © 2026