Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Kerangka Kurikulum PAUD Berbasis Computational Thinking Irma Yuliantina; Siti Roimah; Theresia Pipiet Dwi Hindarti; Dewi Murti Yuliati; Cindy Maurellia; Sri Lestari; Bahtiar; Siti Khuwaida Zilaniah Al Mumtazah; Wyanita Setya Husnaeni; Anisya Fitriasari
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28277

Abstract

Berpikir komputasional merupakan kompetensi global yang penting dikembangkan sejak usia dini karena berperan dalam membangun kemampuan bernalar, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara sistematis. Kompetensi ini dipahami sebagai cara berpikir yang mencakup kemampuan melakukan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, serta algoritma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengintegrasikan kompetensi berpikir komputasional yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur naratif dengan analisis tematik terhadap artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan dengan berpikir komputasional dan pendidikan anak usia dini. Terdapat 12 literatur review yang dianalisis dengan difokuskan pada konsep berpikir komputasional, pendekatan pembelajaran yang digunakan, serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum berpikir komputasional di PAUD perlu menekankan pengalaman belajar yang bersifat konkret, kolaboratif, dan bermakna, serta menempatkan berpikir komputasional sebagai cara berpikir yang terintegrasi dalam kegiatan bermain yang bermakna. Berpikir komputasional sebagai pedagogik yang merupakan cara guru merancang pengalaman belajar anak agar anak terbiasa berpikir terstruktur, logis, reflektif, dan problem-oriented melalui aktivitas bermain. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum PAUD yang responsif terhadap kebutuhan kompetensi global anak sejak usia dini.
MODEL ATIK : STRATEGI INOVATIF DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PAUD Siti Roimah; Dewi Murti Yuliati; Resi Lovita; Cindy Maurellia; Sri Watini
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7957

Abstract

karakteristik perkembangan yang beragam dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individualnya. Salah satu permasalahan utama yang sering dijumpai pada ABK usia dini adalah rendahnya konsentrasi belajar, yang berdampak pada kurang optimalnya proses dan hasil pembelajaran. Konsentrasi belajar merupakan kemampuan dasar yang sangat penting karena berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam menerima stimulus, memahami instruksi, serta menyelesaikan tugas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam penerapan Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan), (Watini,2020) pertumbuhan belajar pada anak usia dini diawali dengan observasi, yang diperoleh melalui stimulasi belajar. Dalam meningkatkan konsentrasi belajar ABK usia dini, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah anak berkebutuhan khusus usia 4–6 tahun di lembaga PAUD inklusif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model ATIK secara konsisten mampu meningkatkan durasi konsentrasi belajar, fokus perhatian, serta keterlibatan aktif anak dalam kegiatan pembelajaran. Model ATIK memberikan pengalaman belajar yang konkret, bertahap, berulang, dan menyenangkan sehingga sesuai dengan karakteristik perkembangan ABK usia dini. Dengan demikian, Model ATIK dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif bagi guru PAUD dalam meningkatkan konsentrasi belajar ABK usia dini.