Kekeringan merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan sumber daya air. Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, termasuk wilayah yang memiliki potensi kekeringan cukup tinggi berdasarkan penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks kekeringan serta memetakan sebaran wilayah terdampak kekeringan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis integrasi multi-parameter. Metode yang digunakan meliputi pengolahan citra Landsat 8 untuk memperoleh nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), serta integrasi parameter curah hujan, jenis tanah, dan tutupan lahan melalui teknik pembobotan dan overlay spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di Kecamatan Kewapante didominasi oleh kategori rendah (50%) dan sangat rendah (45%), sementara kategori sedang hanya sebesar 5%. Distribusi spasial menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kekeringan lebih tinggi berkorelasi dengan nilai NDVI rendah, curah hujan rendah, serta dominasi tutupan lahan terbuka. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan integrasi multi-parameter berbasis SIG mampu memberikan gambaran spasial kekeringan yang lebih komprehensif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung perencanaan mitigasi kekeringan serta pengelolaan sumber daya wilayah secara lebih efektif.
Copyrights © 2026