Fluktuasi permintaan yang terjadi setiap bulan sering kali tidak diimbangi dengan realisasi produksi yang sepadan, sehingga berisiko menimbulkan kondisi kekurangan maupun kelebihan output. Penelitian ini menggunakan beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data permintaan dan data produksi, pengukuran waktu kerja untuk menentukan waktu baku, serta peramalan permintaan dengan berbagai metode deret waktu. Metode peramalan yang digunakan kemudian dievaluasi dan dipilih berdasarkan tingkat kesalahan terkecil. Hasil peramalan tersebut dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan Master Production Schedule (MPS) guna menetapkan jumlah serta periode produksi yang lebih terencana. Setelah itu dilakukan analisis kapasitas untuk membandingkan antara kapasitas yang tersedia dengan kapasitas yang diperlukan setelah penerapan MPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MPS mampu memperbaiki pengaturan jadwal produksi.
Copyrights © 2026