Fikih dilihat dari sudut pandang hermeneutika seringkali menimbulkan ketegangan antara pendekatan penafsiran tekstual tradisional dengan penafsiran kontekstual modern, yang pada hakikatnya berupaya merelevansikan hukum Islam dengan realitas kontemporer. Tulisan ini bertujuan menganalisis dan kritisisasi pendekatan hermeneutika Islam Muhammad Abid Al-Jabiri dalam studi fikih. Kajian ini berfokus pada analisis tekstual terhadap hermeneutika Abid al-Jabiri. Hasil penelitian menunjukkan Pendekatan hermeneutika Al-Jabiri dalam fikih menekankan pemahaman Al-Qur'an melalui tiga unsur yang saling terkait: kemandirian waktu (bu'dun la zamaniyyun), spiritualitas (bu'dun ruhaniyyun), dan sosial-masyarakat (bu'dun ijtima'iyyun). Ia menafsirkan Al-Qur'an bukan hanya dari teksnya, tetapi juga berdasarkan konteks sosial, budaya, dan sejarah saat ayat diturunkan, dengan memprioritaskan tafsir nuzuli (urutan turunnya ayat) daripada urutan mushaf. Dari pendekatan tersebut ia mengubah pendekatan dari fokus pada teks saja menjadi pendekatan yang lebih menekankan pada realitas di mana teks itu dibaca dan diterapkan. Hal memberikan manfaat yang signifikan dalam studi fikih, terutama dalam konteks modernisasi dan relevansi hukum Islam kontemporer.
Copyrights © 2025