Pembelajaran di sekolah dasar memerlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif agar proses belajar menjadi lebih bermakna. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model Somatic, Auditory, Visualization, Intellectual (SAVI) yang mengintegrasikan aktivitas fisik, pendengaran, pengamatan, dan proses berpikir dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran SAVI di sekolah dasar serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya bagi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur seleksi artikel menggunakan pendekatan PRISMA. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada database Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish. Artikel yang dipilih kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh 13 artikel penelitian yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI di sekolah dasar dilakukan dengan mengintegrasikan unsur somatic, auditory, visual, dan intellectual melalui berbagai aktivitas pembelajaran seperti diskusi kelompok, penggunaan media visual, permainan edukatif, serta kegiatan pemecahan masalah. Selain itu, penggunaan media pembelajaran seperti gambar, video pembelajaran, kartu pembelajaran, dan alat peraga turut mendukung efektivitas penerapan model SAVI. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa model SAVI memiliki beberapa kelebihan, antara lain meningkatkan keaktifan, motivasi, serta pemahaman konsep siswa. Namun demikian, penerapan model ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti memerlukan persiapan pembelajaran yang lebih matang dan ketersediaan media yang memadai. Oleh karena itu, model pembelajaran SAVI dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2026