Pernikahan pada usia anak masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai dan berpengaruh besar terhadap tingginya kasus stunting pada anak. Praktik ini umumnya muncul pada masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah, pengetahuan kesehatan reproduksi yang terbatas, serta kondisi ekonomi yang belum memadai. Desa Keciput di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, menjadi salah satu wilayah yang menghadapi persoalan tersebut, dengan prevalensi stunting mencapai 22,2% dan masih terdapat remaja yang menikah di usia muda. Untuk menjawab permasalahan itu, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan meningkatkan pemahaman remaja dan warga mengenai risiko pernikahan dini serta hubungannya dengan stunting. Sosialisasi yang berlangsung pada 15 September 2025 ini menghadirkan pemateri dari KUA Kecamatan Sijuk dan Puskesmas Tanjung Binga. Kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, sajian visual, dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan mencakup definisi pernikahan usia anak, kesiapan reproduksi, dampak kesehatan pada ibu remaja, faktor penyebab stunting, serta langkah-langkah pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan tingginya partisipasi, diskusi yang hidup, dan tanggapan positif terhadap materi. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menunda usia pernikahan dan memperkuat upaya pencegahan stunting. Kegiatan serupa disarankan untuk terus dilaksanakan melalui kerja sama antar pihak terkait.
Copyrights © 2026