Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan inovasi dalam sistem pencatatan medis yang bertujuan meningkatkan persepsi dan kualitas pelayanan kesehatan melalui akurasi data dan efisiensi proses kerja. Implementasi RME di rumah sakit di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada fasilitas kesehatan yang sedang dalam tahap transisi dari sistem manual ke digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi persepsi perawat terhadap penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh perawat pengguna RME, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi untuk melihat hubungan antarvariabel. Semua faktor memiliki pengaruh signifikan terhadap penerapan rekam medis elektronik, yaitu: kesiapan sarana dan prasarana (p = 0,001), infrastruktur sumber daya manusia (p = 0,001), infrastruktur teknologi informasi (p = 0,001), serta hambatan teknis dan operasional (p = 0,016). Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan organisasi dan ketersediaan sumber daya merupakan faktor penting dalam keberhasilan implementasi RME. Faktor yang paling berpengaruh adalah infrastruktur SDM (β = 0,454; p < 0,01). Penerapan RME dipengaruhi oleh kombinasi faktor sarana, SDM, teknologi informasi, dan hambatan operasional. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk meningkatkan kesiapan sarana-prasarana, memperkuat kapasitas SDM, memperbarui infrastruktur teknologi informasi, dan mengatasi hambatan teknis maupun operasional agar implementasi RME dapat berjalan optimal dan persepsi perawat terhadap sistem semakin positif.
Copyrights © 2026