Monosodium glutamat (MSG) dosis tinggi dapat menyebabkan stres oksidatif yang mengakibatkan kerusakan hepatosit, ditandai dengan peningkatan kadar alanine aminotransferase (ALT). Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang bersifat antioksidan dan berpotensi hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap kadar ALT pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi MSG. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain post-test only control group pada 20 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok : kontrol sehat (K1), kontrol negative (K2), perlakuan dibagi menjadi kelompok kontrol sehat, kelompok induksi MSG, serta kelompok induksi MSG yang diberi ekstrak daun kelor dengan dosis berbeda. Kadar ALT diperiksa setelah perlakuan dan dianalisis secara statistik dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MSG meningkatkan kadar ALT secara signifikan dibandingkan kontrol sehat (43,50 ± 0,55 U/L vs 19,13 ± 0,55 U/L; p < 0,001). Pemberian ekstrak daun kelor dosis 175 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB menurunkan kadar ALT secara bermakna dibandingkan kelompok MSG, dengan dosis 350 mg/kgBB menunjukkan hasil mendekati normal (21,17 ± 0,43 U/L). Kesimpulannya, ekstrak daun kelor berpotensi sebagai agen hepatoprotektif alami dalam menekan kerusakan hati akibat induksi MSG.
Copyrights © 2026