Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen organisasi Hamka dalam meningkatkan kemampuan pokir bidang Qira'atul Kutub di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pengurus, anggota, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen organisasi Hamka meliputi: (1) perencanaan program pembinaan yang dilakukan secara kolaboratif setiap awal kepengurusan; (2) pengorganisasian struktur dan tugas yang jelas melalui pembagian bidang; (3) pelaksanaan kegiatan melalui program muzakarah rutin tiga kali sehari dan pengajian terjadwal bersama guru senior; serta (4) evaluasi berkala terhadap capaian santri. Secara khusus, penerapan metode talaqqi — yakni pembacaan teks secara langsung di hadapan guru senior dan diulang bersama — terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan pokir dalam aspek lafdziyah (kemampuan membaca teks tanpa harakat secara akurat). Sementara itu, sesi muzakarah yang terstruktur, dikombinasikan dengan diskusi kitab dan bimbingan intensif, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan aspek fahmiyah (kemampuan memahami makna dan konteks teks) serta tahliliyah (kemampuan menganalisis isi dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari). Penerapan manajemen yang terstruktur dan berkesinambungan oleh Hamka berkontribusi signifikan dalam penguatan kompetensi Qira'atul Kutub santri sekaligus mempertahankan tradisi keilmuan pesantren. Kata Kunci: Manajemen Organisasi; Hamka; Qira'atul Kutub; Pondok Pesantren; Pokir (Kompetensi Organisasi Santri/Student Organization Competence) Abstract This study aims to describe the organizational management of Hamka in improving the pokir ability in the field of Qira'atul Kutub at Musthafawiyah Purba Baru Islamic Boarding School. The research employs a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation from administrators, members, and related parties. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation to ensure data validity. The findings indicate that Hamka's organizational management encompasses: (1) collaborative program planning conducted at the beginning of each new administration; (2) clear organizational structure and task distribution through specialized divisions; (3) regular training activities through daily muzakarah sessions and scheduled study with senior teachers; and (4) periodic evaluation of students' achievements. Specifically, the application of the talaqqi method — in which students read classical texts directly before senior teachers and repeat collectively — has been proven to significantly enhance pokir competence (student organization academic competence) in the aspect of lafdziyah (accurate reading ability of unvoweled texts). Meanwhile, structured muzakarah sessions, combined with book discussion and intensive mentoring, contribute significantly to improving fahmiyah (text comprehension and contextual understanding) and tahliliyah (analytical ability to connect textual content with real-life situations). The structured and sustainable management applied by Hamka contributes significantly to strengthening students' Qira'atul Kutub competencies while preserving the pesantren's scholarly tradition. Keywords: Organizational Management; Hamka; Qira'atul Kutub; Islamic Boarding School; Pokir (Student Organization Competence)
Copyrights © 2026