Abstrak Penelitian ini mengkaji pola pembentukan santri berbasis pesantren dalam membentuk santri sebagai ṭālib al-‘ilmi dengan orientasi ta‘abbud mutawahhidiyyah di Pesantren Sabilul Mukminin Deli Serdang, Indonesia. Meskipun berbagai studi telah membahas pendidikan karakter pesantren, pembiasaan religius, dan internalisasi tauhid, perhatian terhadap integrasi identitas pencari ilmu, kesadaran ibadah, dan orientasi tauhid dalam kehidupan harian pesantren masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang melibatkan ustaz, pengelola pesantren, dan santri. Temuan menunjukkan bahwa pola pembentukan santri terdiri atas lima strategi yang saling berkaitan, yaitu pembelajaran aqidah dan ibadah, pembiasaan ibadah terstruktur, keteladanan ustaz, bimbingan mau‘izhah, dan supervisi berkelanjutan. Strategi tersebut membentuk pemahaman kognitif santri tentang tauhid, kesadaran afektif dalam beribadah kepada Allah, serta kedisiplinan perilaku dalam ibadah dan kehidupan sosial. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model pembentukan santri berbasis pesantren yang mengintegrasikan ilmu, ibadah, dan karakter berorientasi tauhid. Model ini menawarkan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter religius di lembaga pendidikan Islam tradisional. Kata Kunci: Pembentukan Santri; Ṭālib Al-‘Ilmi; Ta‘Abbud; Mutawahhidiyyah; Pendidikan Tauhid; Pendidikan Karakter Islam Abstract This study examines the pesantren-based formation pattern used to shape santri as ṭālib al-‘ilmi with a ta‘abbud mutawahhidiyyah orientation at Pesantren Sabilul Mukminin Deli Serdang, Indonesia. Although previous studies have discussed pesantren character education, religious habituation, and tawhid internalization, limited attention has been given to the integrated formation of knowledge-seeking identity, devotional awareness, and monotheistic orientation in daily pesantren life. This study employed a qualitative case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis involving ustaz, pesantren administrators, and santri. The findings show that the formation pattern consists of five interrelated strategies: aqidah and worship instruction, structured worship habituation, exemplary conduct of ustaz, advisory guidance, and continuous supervision. These strategies shape santri’s cognitive understanding of tawhid, affective devotion to Allah, and behavioral discipline in worship and social life. The study contributes to Islamic education by proposing a pesantren-based formation model that integrates knowledge, devotion, and tawhid-oriented character formation. This model offers practical implications for strengthening religious character education in traditional Islamic educational institutions. Keywords: Pesantren Formation; Ṭālib Al-‘Ilmi; Ta‘Abbud; Mutawahhidiyyah; Tawhid Education; Islamic Character Education
Copyrights © 2026