Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendekatan neuroparenting dalam Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebagai upaya meningkatkan kecerdasan emosional (KE) anak. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya angka defisit KE pada anak usia dini di Jawa Timur yang berkaitan dengan pola asuh autoriter. Metode mencakup tinjauan sistematis 30 artikel (2016–2025) dari Scopus, Google Scholar, dan Garuda, dianalisis tematik menggunakan Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 85% literatur mendukung integrasi neuroparenting dalam PIAUD, dengan potensi peningkatan kecerdasan emosional anak sebesar 25–30%, terutama pada aspek kesadaran diri, pengelolaan emosi, motivasi, dan empati. Integrasi ini efektif karena memadukan prinsip neurosains, seperti ko-regulasi emosi, dengan nilai-nilai keislaman yang kontekstual, seperti muhasabah, kesabaran, dan keteladanan kasih sayang. Meskipun demikian, keterbatasan penelitian terletak pada minimnya studi empiris di tingkat implementasi, khususnya di Jawa Timur. Oleh karena itu, penelitian lanjutan berbasis lapangan sangat diperlukan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan melalui integrasi kurikulum, pelatihan guru, serta pengembangan program parenting berbasis komunitas Islami guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026