Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri anak usia dini pada keluarga Pra-sejahtera serta menganalisis dampak status ekonomi keluarga terhadap perkembangan psikososial anak. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan di Desa Ciruluk, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang dengan melibatkan 5 anak usia dini dan 5 orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dua tahap (validasi 14 indikator BPS dan eksplorasi pola pengasuhan) serta observasi perilaku anak berdasarkan empat indikator utama: interaksi dengan teman sebaya, interaksi dengan orang baru, penampilan di depan umum, dan sikap berpikir positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini dari keluarga pra-sejahtera memiliki kepercayaan diri yang rendah secara konsisten. Temuan mendalam mengungkapkan anak cenderung pasif dalam berinteraksi dengan teman sebaya, menunjukkan kecemasan tinggi dan menghindar saat bertemu orang baru, serta sangat rendah keberanian tampil di depan umum. Keterbatasan ekonomi menyebabkan orang tua mengalami tekanan finansial yang berdampak pada pola asuh kurang responsif dan minim stimulasi psikososial, sehingga menghambat keempat sumber kepercayaan diri menurut teori Albert Bandura. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kestabilan ekonomi keluarga merupakan faktor krusial yang memengaruhi perkembangan kepercayaan diri anak usia dini di pedesaan.
Copyrights © 2026