ABSTRACT This study was initiated by the low accuracy of netting strokes among badminton athletes at Club PB. Kopang, as reflected in suboptimal directional control and shot precision during play. This condition indicates the need for a more targeted and technique-oriented training approach. The purpose of this study was to examine the effect of drilling shadow training supported by video media on improving the accuracy of netting strokes. The research employed a quasi-experimental method using a one group pretest–posttest design. The participants consisted of all 12 athletes in the club. Data were collected using a netting skill test based on a target scoring system and analyzed with a paired sample t-test at a 5% significance level. The results showed a significant improvement, indicated by a calculated t-value of -2.745 with a significance of 0.019 (p < 0.05), demonstrating a meaningful difference between pretest and posttest conditions. These findings suggest that a combination of repetitive movement training, object-free simulation, and visual support can effectively enhance technical precision. Therefore, drilling shadow training assisted by video media can be recommended as an alternative training strategy to improve fundamental badminton skills, particularly in the netting aspect. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari rendahnya ketepatan pukulan netting pada atlet bulutangkis di Club PB. Kopang yang ditunjukkan melalui kurang optimalnya kontrol arah dan akurasi pukulan saat permainan berlangsung. Kondisi tersebut menandakan perlunya pendekatan latihan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan teknik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan drilling shadow yang didukung media video terhadap peningkatan akurasi pukulan netting. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan one group pretest–posttest design. Subjek penelitian melibatkan seluruh atlet klub yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan netting dengan sistem penilaian berbasis target, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna, ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar -2,745 dengan signifikansi 0,019 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan nyata antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kombinasi latihan berbasis pengulangan gerak, simulasi tanpa objek, serta dukungan visual mampu memperbaiki presisi teknik secara lebih efektif. Dengan demikian, latihan drilling shadow berbasis video dapat direkomendasikan sebagai strategi latihan alternatif untuk meningkatkan kualitas keterampilan dasar bulutangkis, khususnya pada aspek netting.
Copyrights © 2025