This study aims to analyze the implementation of a deep learning approach in Islamic Religious Education (PAI) to enhance student interaction at SMKN 5 Bandar Lampung. The research is motivated by the low level of student interaction in PAI learning, which is still dominated by conventional and rote-based approaches. This study employed a qualitative phenomenological design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques, with data validity ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the application of deep learning through mindful learning, meaningful learning, and joyful learning significantly improves teacher–student and student–student interactions through reflective dialogue, collaborative discussions, and contextual learning experiences. Supporting factors include teachers’ pedagogical competence, student readiness, and institutional support, while inhibiting factors involve limited instructional time and varied student motivation. The implementation of deep learning in Islamic Education (PAI) not only enhances students’ cognitive understanding but also fosters reflective, social, and spiritual learning experiences through dialogic interaction as a socio-religious construct, while contributing theoretically by extending deep learning into spiritual learning and developing a spiritual pedagogy based on socio-religious interaction.. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan interaksi peserta didik di SMKN 5 Bandar Lampung. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya interaksi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI yang masih didominasi metode konvensional dan berorientasi pada hafalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning melalui integrasi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning mampu meningkatkan interaksi pendidik dengan peserta didik serta peserta didik dengan peserta didik, baik dalam bentuk dialog reflektif, diskusi kolaboratif, maupun keterlibatan aktif dalam mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi pedagogik pendidik, kesiapan peserta didik, dan dukungan lingkungan sekolah, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu dan heterogenitas motivasi belajar peserta didik. Implementasi deep learning dalam pembelajaran PAI terbukti tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif, tetapi juga membentuk pengalaman belajar reflektif, sosial, dan spiritual melalui interaksi dialogis sebagai konstruksi sosial-religius, sekaligus menghasilkan kontribusi teoritik berupa perluasan deep learning menjadi spiritual learning dan pengembangan konsep spiritual pedagogy berbasis interaksi sosial-religius.
Copyrights © 2026