Kejadian penularan HIV dan infeksi AIDS pada remaja semakin meningkat dan masih menjadi salah satu pusat perhatian dunia dalam masalah kesehatan. Remaja (adolescence) adalah fase masa transisi berada pada rentang usia 11-18 tahun, merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS . Anak remaja dirasa perlu untuk diberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS karena mereka dianggap kelompok yang rentan akibat sikap dan perilaku mereka yang cenderung ke arah pencarian jati diri sehingga mudah terjerumus. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan penyakit HIV/AIDS. Metode yang digunakan pre-test dilanjutkan ceramah dan tanya jawab menggunakan power point dan video tentang Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) mengenai pencegahan HIV/AIDS, selanjutnya diakhiri dengan post-test. Tujuan kepada masyarakat ini Meningkatkan Pemahaman Remaja tentang HIV/AIDS melalui metode ABAT yang adaptif dan menarik, Mengurangi Stigma dengan pelibatan ODHA sebagai narasumber dalam edukasi, Mendorong Perilaku Sehat melalui pelatihan peer educator dan kampanye digital. Metode yang digunakan adalah Pendekatan Edukasi Digital (ABAT), Pelibatan Peer Educator, Kolaborasi dengan Puskesmas Wani, Kepala Sekolah dan kepala Desa Wombo Kalonggo. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini responden yang memperoleh skor baik pada pre-test sebesar 79,16% meningkat menjadi 97,91% responden pada hasil skor post-test. Sehingga didapatkan simpulan terdapat peningkatan skor responden antara pre-test dan post-test dengan intervensi edukasi melalui metode ABAT tentang pencegahan HIV/AIDS.
Copyrights © 2026