Penyakit pada tanaman kelapa sawit, khususnya yang disebabkan oleh jamur patogen seperti Ganoderma boninense, merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas. Pengendalian yang umum dilakukan menggunakan fungisida kimia dinilai kurang ramah lingkungan dan berpotensi menimbulkan resistensi patogen. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan ekstrak tanaman lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ekstrak tanaman lokal sebagai agen pengendali penyakit pada kelapa sawit melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah analisis terhadap berbagai hasil penelitian terkait kandungan senyawa aktif dan aktivitas antifungi dari tanaman lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman lokal mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam menghambat pertumbuhan patogen. Dengan demikian, ekstrak tanaman lokal memiliki potensi sebagai alternatif pengendalian penyakit yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan pada tanaman kelapa sawit.
Copyrights © 2026