Pertumbuhan pesat industri logistik menuntut penetapan tarif pengiriman yang akurat untuk menjaga profitabilitas dan daya saing. Namun, praktik di banyak perusahaan, termasuk PT. Wina Mandiri Karunia, seringkali dihambat oleh disintegrasi data, di mana informasi operasional pengiriman terpisah dari pencatatan biaya. Penelitian kualitatif dengan studi kasus tunggal ini bertujuan menganalisis dampak disintegrasi data terhadap akurasi tarif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik dan diperkaya dengan simulasi kuantitatif. Temuan menunjukkan bahwa disintegrasi sistemik menciptakan silos informasi, memaksa ketergantungan pada pengetahuan tacit (tacit knowledge) manajer dalam menetapkan harga. Hal ini menyebabkan distorsi tarif, subsidi silang antar rute yang tidak disadari, dan ilusi profitabilitas karena biaya tetap (seperti leasing dan pemeliharaan) tidak dialokasikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi data merupakan prasyarat kritis bagi perhitungan biaya yang holistik dan penetapan tarif yang akurat. Implikasi praktisnya, perusahaan perlu mengembangkan model kalkulasi cepat terintegrasi dan membangun feedback loop antara biaya aktual dan strategi harga.
Copyrights © 2026