Permainan tradisional merupakan warisan budaya tak benda yang mengandung nilai-nilai komunikasi, kebersamaan, dan kearifan lokal. Namun, di era disrupsi informasi, eksistensinya semakin terpinggirkan akibat dominasi permainan digital global yang seringkali mengikis identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pelestarian dan transformasi permainan tradisional agar tetap relevan melalui inovasi digital, sekaligus menguatkan peran komunitas sebagai agen komunikasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis potensi permainan tradisional sebagai media komunikasi budaya di masyarakat kontemporer, (2) mengeksplorasi model inovasi digital yang mampu mengadaptasi permainan tradisional tanpa kehilangan nilai budaya, dan (3) mengidentifikasi peran komunitas dalam membangun ekosistem pelestarian melalui partisipasi aktif di ruang digital maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada komunitas pelestari permainan tradisional di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen digital, kemudian dianalisis dengan analisis wacana budaya dan triangulasi untuk mengkaji praktik komunikasi, inovasi digital, dan keterlibatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional dipandang sebagai simbol komunikasi budaya yang relevan dengan era digital. Inovasi digital memiliki potensi untuk mempertahankan nilai budaya permainan tradisional, namun keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada keterlibatan komunitas dan kemampuan mengatasi hambatan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian permainan tradisional melalui inovasi digital memerlukan strategi yang jelas, yang mengintegrasikan budaya, partisipasi komunitas, dan pendekatan kreatif untuk menjaga relevansi budaya di era digital.
Copyrights © 2026