Penelitian ini membahas peran teori dan model work-life balance dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan pada konteks organisasi modern. Work-life balance telah berkembang dari konsep konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi pendekatan yang lebih komprehensif yang mencakup keseimbangan waktu, keterlibatan, kepuasan, fleksibilitas kerja, serta dukungan organisasi. Berbagai teori seperti Work-Family Conflict Theory, Border Theory, Role Enhancement Theory, hingga Organizational Support Theory menjelaskan bahwa keseimbangan yang baik antara kehidupan kerja dan pribadi dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki tingkat work-life balance yang baik cenderung memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi, tingkat stres yang lebih rendah, serta loyalitas yang lebih kuat terhadap organisasi. Selain itu, fleksibilitas kerja dan dukungan organisasi menjadi faktor penting dalam menciptakan keseimbangan tersebut. Dengan demikian, work-life balance berperan penting tidak hanya dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan, tetapi juga dalam meningkatkan efektivitas organisasi secara keseluruhan.
Copyrights © 2026