Temperatur dan kelembaban merupakan dua faktor utama yang menentukan keberhasilan penetasan telur. Berdasarkan referensi, temperatur optimal dalam mesin tetas yaitu 35-39°C dan kelembaban optimal yaitu 40%- 56%RH. Namun kebanyakan mesin penetas telur konvensional yang ada dipasaran hanya memperhitungkan satu faktor saja yaitu temperatur. Untuk itulah digunakan system fuzzy logic control agar kestabilan suhu dapat terjaga. Dengan menggunakan nodemcu sebagai pengontrolan utama, hasil pembacaan sensor akan diproses sesuai dengan Algortitma Fuzzy Logic yang telah ditanamkan dalam minimum sistem. Lalu akan disesuaikan dengan Set Point yang telah ditetapkan. Output dari alat berupa sinyal digital yang akan mengontrol elemen fan cooller berupa kipas 5V DC. Logika fuzzy akan berjalan sesuai suhu ruangan jika suhu didalam ruangan lebih dari 39°C kipas akan berjalan sesuai output dari fuzzy rulebase. Jika suhu melebihi setting point yaitu 37-39°C maka lampu pijar akan mati, dan akan menyala kembali jika suhu kurang dari 38°C. Dalam hal ini semua aktivitas dalam ruangan penetas telur dalam di monitoring melalui telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem kendali logika fuzzy berbasis parameter suhu dan kelembapan mampu menghasilkan keluaran yang presisi. Sebagai contoh, pada kondisi suhu 32°C dan kelembapan 60%, sistem secara otomatis mengaktifkan lampu dan mengatur kecepatan kipas sebesar 50% (Level 1) untuk menjaga stabilitas kondisi ruangan.Kata kunci: fuzzy logic control, suhu, kelembaban, NodeMCU, Telegram.
Copyrights © 2026