Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap algoritma steganografi Least Significant Bit (LSB), Most Significant Bit (MSB), dan End of File (EoF) yang diintegrasikan dengan fungsi hash Message Digest 5 (MD5). Implementasi MD5 berfungsi sebagai penjamin integritas data (data integrity) dengan menghasilkan 32 karakter unik heksadesimal untuk setiap pesan rahasia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh pesan yang diekstraksi memiliki nilai hash yang identik dengan pesan asli sebelum penyisipan, membuktikan bahwa ketiga algoritma mampu menjaga keaslian informasi tanpa perubahan satu bit pun. Evaluasi performa dilakukan menggunakan parameter Mean Squared Error (MSE), Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR), dan Bit Error Rate (BER). Temuan eksperimental menunjukkan bahwa metode EoF memberikan kualitas citra tertinggi dengan nilai PSNR = 99dB dan MSE = 0 karena data disisipkan setelah marker akhir file tanpa memodifikasi struktur pixel. Sebaliknya, algoritma LSB dan MSB mengalami penurunan nilai PSNR seiring bertambahnya ukuran beban data (payload), meskipun tetap berada pada kategori sangat baik di atas 84 dB. LSB terbukti lebih unggul daripada MSB dalam meminimalisir distorsi visual pada citra stego. Namun, dari perspektif keamanan metadata, LSB dan MSB lebih superior karena tidak mengubah dimensi ukuran file citra, sementara metode EoF menyebabkan pembengkakan ukuran file yang linier sehingga rentan terhadap deteksi analisis file. Nilai BER yang stabil mendekati nol pada ketiga metode mengonfirmasi tingkat akurasi ekstraksi yang presisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan algoritma harus disesuaikan dengan prioritas kebutuhan sistem; EoF optimal untuk kapasitas dan transparansi visual, sedangkan LSB/MSB lebih efektif untuk menghindari kecurigaan pada metadata file.Kata kunci: LSB, MSB, EOF, MD5, Kriptografi
Copyrights © 2026