Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KOMPARASI ALGORITMA STEGANOGRAFI DENGAN PENGAMANAN PESAN MENGGUNAKAN FUNGSI HASH MD5 Bambang Sugiarto; Willy Eka Septian; Muhammad Hatta; Kusnadi Kusnadi
Jurnal Digit : Digital of Information Technology Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Catur Insan Cendekia (CIC) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51920/jd.v16i1.471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap algoritma steganografi Least Significant Bit (LSB), Most Significant Bit (MSB), dan End of File (EoF) yang diintegrasikan dengan fungsi hash Message Digest 5 (MD5). Implementasi MD5 berfungsi sebagai penjamin integritas data (data integrity) dengan menghasilkan 32 karakter unik heksadesimal untuk setiap pesan rahasia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh pesan yang diekstraksi memiliki nilai hash yang identik dengan pesan asli sebelum penyisipan, membuktikan bahwa ketiga algoritma mampu menjaga keaslian informasi tanpa perubahan satu bit pun. Evaluasi performa dilakukan menggunakan parameter Mean Squared Error (MSE), Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR), dan Bit Error Rate (BER). Temuan eksperimental menunjukkan bahwa metode EoF memberikan kualitas citra tertinggi dengan nilai PSNR = 99dB dan MSE = 0 karena data disisipkan setelah marker akhir file tanpa memodifikasi struktur pixel. Sebaliknya, algoritma LSB dan MSB mengalami penurunan nilai PSNR seiring bertambahnya ukuran beban data (payload), meskipun tetap berada pada kategori sangat baik di atas 84 dB. LSB terbukti lebih unggul daripada MSB dalam meminimalisir distorsi visual pada citra stego. Namun, dari perspektif keamanan metadata, LSB dan MSB lebih superior karena tidak mengubah dimensi ukuran file citra, sementara metode EoF menyebabkan pembengkakan ukuran file yang linier sehingga rentan terhadap deteksi analisis file. Nilai BER yang stabil mendekati nol pada ketiga metode mengonfirmasi tingkat akurasi ekstraksi yang presisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan algoritma harus disesuaikan dengan prioritas kebutuhan sistem; EoF optimal untuk kapasitas dan transparansi visual, sedangkan LSB/MSB lebih efektif untuk menghindari kecurigaan pada metadata file.Kata kunci: LSB, MSB, EOF, MD5, Kriptografi
Lightweight Dual-Layer Chaotic Image Encryption Using Arnold Cat Map and Henon Zigzag Diffusion Chaerul Umam; Abdussalam Abdussalam; Arif Nursetyo; Bambang Sugiarto; Husain Md Mehedul Islam
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 4 (2026): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i4.3085

Abstract

Digital image transmission over open networks raises significant security concerns due to the high correlation and predictable statistical properties of image data. Existing chaotic encryption schemes based on Arnold Cat Map (ACM) and Henon mapping often suffer from high computational cost, parameter sensitivity, or reliance on complex multi-stage designs. To address these limitations, this study proposes a lightweight dual-layer chaotic image encryption framework that integrates ACM-based pixel permutation with Henon Zigzag diffusion. The first layer applies ACM to disrupt spatial correlations, while the second layer embeds a Henon-based chaotic sequence into a zigzag traversal to enhance both confusion and diffusion. Experimental results demonstrate that the proposed method achieves strong security performance, with an average PSNR of 8.40 dB for cipher images, UACI of 33.67%, NPCR of 99.71%, and near-zero correlation coefficients across RGB channels, while maintaining a low average execution time of 1.80 s. These results indicate that the method produces highly randomized cipher images with strong resistance to statistical and differential attacks. Furthermore, the reduced computational complexity highlights its suitability as a lightweight and efficient solution for secure multimedia transmission in practical digital communication systems.